dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, Dip. Maternal Fetal Medicine, FICS, Int. AFF. RANZCOG
Mayapada Hospital Tangerang dan USG 4D Tangerang (Private Practice)
Diperbarui 4 Oktober 2026
Dokter Sp.OG adalah dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, atau yang sehari-hari disebut dokter kandungan. Dokter Sp.OG menangani kehamilan dan persalinan (obstetri) serta kesehatan organ reproduksi wanita di luar kehamilan (ginekologi).
Di masyarakat, satu profesi ini punya banyak sebutan: dokter kandungan, dokter kebidanan, obgin, obgyn, atau obsgyn. Semuanya merujuk ke dokter yang sama.
Arti Sp.OG, obgin, dan obgyn
| Sebutan | Asal kata |
|---|---|
| Sp.OG | Gelar resmi di Indonesia: Spesialis Obstetri dan Ginekologi |
| Obgin / obsgin | Singkatan obstetri-ginekologi dalam ejaan Indonesia |
| Obgyn / OB-GYN | Singkatan bahasa Inggris, obstetrics and gynecology |
| Dokter kandungan / dokter kebidanan | Sebutan sehari-hari untuk dokter Sp.OG |
Obstetri dan ginekologi, apa bedanya?
Obstetri mengurus segala hal tentang kehamilan: kontrol rutin, USG janin, kehamilan berisiko, persalinan normal maupun SC (operasi caesar), sampai masa nifas.
Ginekologi mengurus organ reproduksi wanita di luar kehamilan. Contohnya haid tidak teratur, nyeri haid berat, kista ovarium, miom, keputihan yang mengganggu, kontrasepsi, skrining kanker serviks, dan menopause.
Dokter Sp.OG dilatih untuk keduanya. Karena itu Anda bisa datang ke dokter kandungan walaupun tidak sedang hamil.
Bagaimana seseorang menjadi dokter Sp.OG?
Jalurnya panjang. Setelah lulus pendidikan dokter umum dan menjalani internsip, seorang dokter mengikuti Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Obstetri dan Ginekologi di fakultas kedokteran, umumnya sekitar empat tahun. Selama itu ia bekerja di rumah sakit pendidikan menangani persalinan, operasi, dan kasus kegawatan. Setelah lulus ujian nasional, ia berhak memakai gelar Sp.OG dan wajib memiliki STR serta SIP untuk praktik.
Apa itu Sp.OG(K)?
Huruf (K) berarti konsultan, yaitu dokter Sp.OG yang menempuh pendidikan lanjutan di satu bidang khusus. Di Indonesia ada beberapa subspesialis, antara lain:
- Fetomaternal: kehamilan berisiko tinggi dan kelainan janin
- Fertilitas Endokrinologi Reproduksi: infertilitas dan bayi tabung
- Onkologi Ginekologi: kanker organ reproduksi wanita
- Uroginekologi: gangguan dasar panggul dan berkemih
Sebagian besar kehamilan cukup ditangani dokter Sp.OG. Bila ada kondisi khusus, dokter Sp.OG akan merujuk ke konsultan yang sesuai.
Kapan perlu ke dokter Sp.OG?
- Test pack positif, untuk memastikan kehamilan dan mulai kontrol
- Butuh USG kehamilan, termasuk USG NT, USG detail, atau USG 4D
- Kehamilan dengan riwayat keguguran, hipertensi, diabetes, atau usia 35 tahun ke atas
- Belum hamil setelah 12 bulan mencoba, atau 6 bulan bila usia istri 35 tahun ke atas
- Haid sangat banyak, sangat nyeri, atau tidak teratur
- Benjolan atau nyeri di perut bawah
- Ingin pasang KB spiral atau vaksin HPV
Bidan atau dokter Sp.OG?
Bidan menangani kehamilan dan persalinan normal yang berisiko rendah dengan sangat baik. Dokter Sp.OG dibutuhkan untuk pemeriksaan USG, kehamilan berisiko, komplikasi, dan operasi seperti SC. Banyak ibu memakai keduanya: kontrol rutin di bidan, lalu USG dan konsultasi di dokter kandungan pada waktu-waktu tertentu.
Dokter Sp.OG di Tangerang
Saya dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, praktik di Mayapada Hospital Tangerang dan di praktik pribadi USG 4D Tangerang (Private Practice) di Modernland. Profil lengkap ada di halaman tentang dokter, dan jam praktik di jadwal praktik.
Pertanyaan yang sering ditanyakan
Apakah obgin dan obgyn itu sama?
Sama. Obgin adalah ejaan Indonesia, obgyn ejaan bahasa Inggris. Keduanya berarti dokter spesialis obstetri dan ginekologi.
Apakah wanita yang belum menikah boleh ke dokter kandungan?
Boleh. Banyak keluhan ginekologi seperti haid tidak teratur atau nyeri haid bisa diperiksa tanpa pemeriksaan dalam, misalnya dengan USG lewat perut.
Bagaimana cara mengecek STR dokter?
Nama dokter dan status registrasinya bisa dicek di situs resmi Konsil Kedokteran Indonesia.
