dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, Dip. Maternal Fetal Medicine, FICS, Int. AFF. RANZCOG
Mayapada Hospital Tangerang dan USG 4D Tangerang (Private Practice)
Diperbarui 4 Oktober 2026
Dokter kandungan terbaik untuk Anda adalah dokter Sp.OG yang izin praktiknya aktif, punya fasilitas USG yang memadai, mau menjelaskan hasil pemeriksaan dengan bahasa yang Anda pahami, mudah dihubungi saat ada keluhan, dan berpraktik di rumah sakit yang siap menangani kegawatan. Jarak dari rumah juga penting, karena Anda akan bolak-balik belasan kali selama hamil.
Sebagai dokter kandungan, saya tentu tidak bisa menilai diri sendiri sebagai yang terbaik, dan aturan etik kedokteran memang melarang klaim seperti itu. Yang bisa saya lakukan adalah memberi tahu kriteria yang saya sendiri pakai bila harus memilihkan dokter untuk keluarga.
7 kriteria memilih dokter kandungan di Tangerang
1. Gelar dan izin praktik yang jelas
Pastikan dokternya bergelar Sp.OG (Spesialis Obstetri dan Ginekologi) dan punya STR serta SIP yang masih berlaku. Nama dokter spesialis bisa dicek di situs Konsil Kedokteran Indonesia. Ini lima menit yang layak Anda luangkan.
2. Fasilitas USG yang sesuai kebutuhan
Tidak semua ibu hamil butuh USG 4D, tapi setiap ibu hamil butuh USG yang dibaca dengan teliti. Tanyakan apakah USG dikerjakan langsung oleh dokter, dan apakah tersedia USG detail di usia 18–22 minggu.
3. Cara menjelaskan
Kunjungan pertama adalah kesempatan terbaik untuk menilai ini. Apakah dokter menunjukkan layar USG dan menjelaskan apa yang terlihat? Apakah Anda diberi waktu bertanya? Pulang dari ruang periksa dengan lebih banyak pertanyaan daripada saat masuk adalah tanda yang perlu diperhatikan.
4. Rumah sakit tempat bersalin
Dokter yang mengontrol kehamilan Anda idealnya juga yang menolong persalinan. Cek rumah sakitnya: apakah ada kamar operasi 24 jam, ICU, NICU untuk bayi, dan bank darah? Fasilitas ini mungkin tidak Anda butuhkan, tapi saat dibutuhkan, waktunya sangat sempit.
5. Jarak dan waktu tempuh
Di Tangerang, 10 kilometer bisa berarti 20 menit atau satu jam, tergantung jamnya. Hitung waktu tempuh dari rumah ke rumah sakit pada jam sibuk. Saat kontraksi mulai teratur atau ketuban pecah, Anda tidak ingin terjebak macet di jalan tol.
6. Cara menghubungi di luar jadwal
Tanyakan sejak awal: kalau ada flek di malam hari, saya harus menghubungi siapa? Jawaban yang jelas, misalnya nomor IGD kebidanan atau perawat jaga, sangat berharga saat panik.
7. Cocok dengan cara Anda mengambil keputusan
Ada pasien yang ingin tahu semua angka dan risiko. Ada yang lebih nyaman diberi kesimpulan saja. Ada yang punya keinginan kuat untuk melahirkan normal. Dokter yang baik akan menyesuaikan, tetapi tetap jujur ketika kondisi medis berkata lain.
Pertanyaan untuk kunjungan pertama
- Berapa kali saya perlu kontrol dan USG sampai melahirkan?
- Di rumah sakit mana Dokter biasa menolong persalinan?
- Kalau ada keluhan mendadak di malam hari, saya harus ke mana?
- Bagaimana pandangan Dokter tentang persalinan normal setelah caesar? (bila relevan)
Cara membaca ulasan pasien
Ulasan di Google Maps atau aplikasi konsultasi bisa membantu, tapi bacalah polanya, bukan bintangnya saja. Satu ulasan buruk tentang antrean panjang tidak sama dengan beberapa ulasan yang mengeluh dokter tidak mau menjelaskan. Perhatikan juga ulasan yang terlalu seragam dan semuanya sempurna.
Kapan sebaiknya berganti dokter?
Berganti dokter di tengah kehamilan itu wajar dan sering terjadi. Pertimbangkan bila Anda berulang kali merasa tidak didengar, tidak paham hasil pemeriksaan sendiri, atau sulit dihubungi saat ada masalah. Bawa buku KIA dan semua hasil USG sebelumnya agar dokter baru bisa melanjutkan dengan lengkap.
Tentang praktik saya
Saya dr. Ivan Maurits Sondakh, Sp.OG, praktik di Mayapada Hospital Tangerang dan di praktik pribadi USG 4D Tangerang (Private Practice), Perumahan Modernland, Kota Tangerang. Bunda bisa membaca latar belakang saya di halaman profil dokter, lalu menilai sendiri dengan kriteria di atas. Jadwal praktik ada di halaman ini.
